Jadwal buang sampah (gomi) di Engyo:
- Senin, minggu ganjil : sampah recycle – kotak bekas minuman/makanan/dll, yg sudah dipotong dan dilipat, kardus bekas, baju bekas, buku bekas yg sudah diikat rapi.
- Senin, minggu genap : sampah non recycle – kaleng, botol kosong, peralatan elektronik bekas yg sudah ditempel sticker khusus
- Selasa : sampah burnable – sampah dapur, termasuk minyak bekas yg udah diserap pake spon
- Rabu : sampah tahan dulu di dapur
- Kamis : sampah non burnable – plastik, karet
- Jumat : sampah burnable
- Sabtu & Minggu: sampah pun liburan weekend
Sampah burnable dibuang dlm plastik khusus
warna kuning. Sampah non burnable dlm plastik khusus warna pink. Plastik2
khusus ini dikeluarkan pemda setempat sbg satu cara pembayaran pembuangan
sampah bagi para warganya.
Sampah2 plastik bekas belanja ke
supermarket, kini gak lg bisa dipakai utk membungkus sampah. Belum lg di
swayalan2 tertentu yg pro lingkungan hidup, mengenakan tambahan 10 yen (Rp.800,-)
utk sehelai plastik pembungkus belanjaan.
So, drpd setengah sampah plastikmu berisi
plastik pembungkus, gak ada kebijakan lain yg lebih baik selain beralih ke tas kantong kain utk menaruh belanja
harian.
Silakan buang sampah sebanyak yg anda mau.
Yg ada tuh sampah akan menghantui dapur dan pekarangan rumahmu hingga jadwal
membuangnya tiba.
Silakan tinggalkan sampah sesukanya di
pinggir jalan, atau silakan gak memenuhi aturan pembuangan sampah. Dalam waktu
sebulan, sampah itu gak akan hilang sendirinya. Tetap terjogrok di sana, seolah monumen yg kompak dibiarkan
semua org demi menegur sang pembuang sampah.
Entahlah, bila ada seorang obaasan yg gak tahan lalu mengalah utk
menyingkirkan polusi mata itu dr pandangan usia senjanya.
Nah, kalau sampah hati, harus dibuang ke mana?
Sungai Hikijigawa deket rumah gw mengalir
damai. Jernih airnya menampakkan ikan-ikan segede paha yg berkerumun dekat
pancuran selokan.
Di sinilah tempat gw biasa membuang sampah
hati.
Di jalan saat menunggui lampu hijau tanda
boleh menyebrang menyala, atau di jembatan kecil depan lapangan bisbol saat
pucuk2 pohon di sisi sungai seolah bersorak tertiup angin.
Saat itulah waktu rutin gw membuang sampah
hati.
Kedisiplinan manusia di sepanjang sungai,
membuat sampah hati gw dijamin sampai ke teluk Sagami di selatan pulau Honshu. Menyatu dgn samudra Pasifik, tempat paling sunyi
di dunia. Di mana semua sampah hati bisa berlabuh dgn tenang, berbisik pada
pesawat2 lewat di atasnya yg terlalu jauh utk bisa mendengarkan.
Semoga sampah hati gw, bisa berisitrahat
dgn tenang. Seperti halnya sampah2 lain yg pernah gw buang di negara ini.
Shonandai, November
2007